Semua orang candu menatap kehangatan senyum tipisnya. Bagi warga desa, siswi Kelas XI SMA berhijab anggun bernama Zahra ini adalah telaga keceriaan yang tak pernah kering. Namun, dunia terlalu buta untuk melihat bagaimana lekuk senyuman itu menjadi topeng terbaik yang menyembunyikan detak pilu di dalam rumahnya.
Di sana, dia hanya tahu cara membalas keangkuhan Arfan, abangnya yang ketus dan dingin, dengan segenggam ketulusan tanpa batas. Semuanya tampak baik-baik saja, sampai sebuah bisikan rahasia dari Ibunya meruntuhkan kedamaian semu yang hanya tampak di permukaan itu:
“Jangan pernah memusuhi Abangmu, Zahra. Masalahnya bukan pada sikapnya, tapi…”
Kalimat yang terputus itu menjadi pintu masuk ke dalam labirin takdir yang kejam. Pengorbanan sunyi dan rahasia besar masa lalu perlahan mencuat tepat saat badai medis yang mematikan menghantam mereka. Diuji oleh aturan syariat tak kasat mata yang mengunci mati jalan keselamatan, Zahra dipaksa berdiri tegak memeluk lukanya dalam diam.
Seberapa kuat Zahra mampu terus tersenyum saat dunia memaksanya untuk menyerah?
Sebab terkadang, senyuman terbaik justru lahir dari luka yang paling disembunyikan.
Keteguhan, Pengabdian, dan Impian, tersaji rapi dalam buku ini.
Penulis: Billy IMZA
Ukuran: 14×21 cm
Jumlah halaman: vi + 88 hlm
ISBN On proses