Ketika Cinta Bertaubat

Di Pondok Pesantren Darul Mahabbah, hidup Cinta sebenarnya sederhana: belajar, mengaji, dan menjalani hari-hari sebagai santri seperti biasa. Sampai suatu hari, ia mulai menunggu sesuatu yang tidak pernah diajarkan di kitab mana pun—sebuah sepeda mini biru yang selalu parkir di dekat gerbang sekolah.

Sepeda itu milik Amel, gadis pendiam yang setiap hari datang dari desa dengan kayuhan pelan. Tidak pernah ada kata “pacaran”, tidak ada janji terang-terangan. Hanya sapaan singkat, buku yang saling dipinjamkan, dan tatapan yang terlalu lama untuk sekadar dianggap kebetulan.

Awalnya semua terasa biasa saja, seperti kisah kecil yang mungkin akan hilang bersama waktu. Namun perlahan, hal-hal sederhana itu mulai meninggalkan jejak yang tak mudah dihapus. Sampai pada suatu hari, sesuatu yang tampak sepele justru mengubah segalanya.

Penulis: Shohib Cinta

Ukuran: 14×21 cm

Jumlah halaman: 113

ISBN on proses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *