
Buku Kelembagaan Adat Hatobangon mengulas secara mendalam eksistensi, peran, dan kontribusi kelembagaan adat Hatobangon sebagai salah satu institusi sosial yang memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat Angkola di Kabupaten Tapanuli Selatan. Buku ini menjelaskan bahwa Hatobangon tidak hanya berfungsi sebagai penjaga nilai-nilai adat dan budaya, tetapi juga berperan dalam membangun legitimasi sosial, memperkuat solidaritas masyarakat, serta mendukung tata kelola pemerintahan desa yang partisipatif dan berkelanjutan.
Dengan memadukan perspektif administrasi publik, sosiologi pedesaan, tata kelola pemerintahan, dan kearifan lokal, buku ini menguraikan hubungan antara kelembagaan adat dengan penyelenggaraan pembangunan desa. Pembahasan mencakup konsep legitimasi sosial, mekanisme partisipasi masyarakat, pola kemitraan antara pemerintah desa dan Hatobangon, hingga berbagai tantangan yang dihadapi lembaga adat dalam menghadapi dinamika modernisasi dan perubahan sistem pemerintahan desa.
Selain menyajikan landasan konseptual yang komprehensif, buku ini juga menawarkan analisis empiris mengenai praktik kolaborasi antara pemerintah desa dan kelembagaan adat dalam proses pembangunan. Berbagai faktor yang mendukung maupun menghambat kerja sama tersebut dibahas secara sistematis, sehingga memberikan gambaran yang utuh mengenai pentingnya sinergi antara institusi formal dan lembaga adat dalam mewujudkan pembangunan desa yang efektif, inklusif, dan berbasis nilai-nilai lokal.
Buku ini menjadi referensi yang bermanfaat bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, aparatur pemerintah, pemerhati pembangunan desa, serta masyarakat umum yang ingin memahami peran strategis kelembagaan adat sebagai modal sosial dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa di Indonesia.
Nama Penulis: Dr. Nurhamidah Gajah, S.Sos.,M.AP & Arifana S.Sos.,M.I.Kom
Jumlah Halaman: viii + 156 Hlm
Ukuran: 15.5 x 23 cm
ISBN On Process