
Satu layar kini menjadi ruang bagi perempuan untuk menjalankan berbagai peran sekaligus, mulai dari menerima pesanan, memeriksa pembayaran melalui mobile banking, membayar pemasok, menggunakan QRIS, hingga mengelola kebutuhan usaha dan rumah tangga. Ketika Perempuan Bergantung pada Layar mengajak pembaca memahami teknologi finansial bukan sekadar sebagai alat transaksi, tetapi sebagai media komunikasi yang menyampaikan informasi, membentuk pilihan, memberikan umpan balik, membangun kepercayaan, dan memengaruhi keputusan finansial.
Berangkat dari kajian terhadap 108 perempuan pengusaha di Lombok, buku ini menggambarkan kuatnya kehadiran teknologi finansial dalam aktivitas sehari-hari. Sebanyak 80,6 persen responden menggunakan mobile banking, 76,9 persen menggunakan dompet digital, dan 63 persen berada dalam kategori sangat bergantung pada teknologi finansial. Fenomena tersebut dipahami melalui Teori Ketergantungan Sistem Media, terutama untuk menjelaskan bagaimana kebutuhan terhadap platform finansial terbentuk dalam aktivitas usaha, pengelolaan transaksi, dan pemenuhan kebutuhan keluarga. Pembahasan juga mencakup literasi komunikasi finansial, perlindungan data, keamanan akun, phishing, bukti transfer palsu, scam, serta peran pemerintah, komunitas, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan penyedia platform.
Buku ini tidak mengajak perempuan menjauh dari teknologi, melainkan mendorong kemampuan untuk memahami, mengendalikan, dan menggunakan teknologi secara aman, kritis, serta bertanggung jawab. Melalui konteks lokal Lombok, buku ini menawarkan perspektif mengenai pentingnya literasi, perlindungan, dan kebijakan yang lebih berpihak kepada pengguna. Pada akhirnya, ketika semakin banyak aktivitas dan keputusan finansial berlangsung melalui layar, persoalan yang menjadi penting bukan hanya seberapa luas teknologi digunakan, tetapi seberapa besar kendali yang tetap dimiliki penggunanya?.
Nama Penulis: Nurliya Ni’matul Rohmah, M.Kom.I
Jumlah Halaman: x + 136 hlm
Ukuran: 15,5 x 23 cm
ISBN On Process